Wahyullah Gelar Reses di RT 34, Damai Bahagia: Serap Aspirasi Warga Balikpapan Selatan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN :  Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Golkar, Wahyullah, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan, menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2024/2025 pada Rabu (13/11/2024) di RT 34 Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan.

 

Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan mereka langsung kepada perwakilan rakyat yang duduk di DPRD Kota Balikpapan.

 

Wahyullah menyatakan bahwa tujuan dari reses adalah untuk mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat serta menjadi bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen.

 

“Melalui reses, kami menjalankan peran sebagai wakil rakyat dalam pemerintahan Kota Balikpapan. Setiap keluhan dan masukan dari masyarakat akan kami upayakan untuk diperjuangkan demi kesejahteraan bersama,” ujar Wahyullah.

 

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga antusias menyampaikan keluhan yang selama ini belum terselesaikan. Masalah yang menjadi sorotan utama antara lain adalah persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

 

Selain itu mengenai dinding drainase yang rusak dan sudah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum ada realisasi yang memadai. Masalah lain yang tak kalah penting adalah tidak mengalirnya air PDAM di beberapa titik wilayah dan kebutuhan perbaikan jalan berupa pengecoran.

 

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Wahyullah menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga. “Setiap usulan yang disampaikan akan kami tampung dan diperjuangkan sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemkot Balikpapan. Kami memahami pentingnya penyelesaian masalah ini bagi kenyamanan hidup warga,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Wahyullah menekankan bahwa usulan-usulan yang menjadi skala prioritas akan diajukan ke instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti. Ia berharap agar permasalahan yang dihadapi warga dapat segera menemukan solusi dan terealisasi pada tahun anggaran berikutnya.

 

“Harapan kami, seluruh usulan yang tertunda dapat direalisasikan demi kepentingan masyarakat luas,” tutup Wahyullah.

Kegiatan reses ini juga menjadi ajang bagi warga untuk menjalin komunikasi langsung dengan para pemimpin mereka. Selain menyampaikan keluhan, warga juga berharap ada langkah-langkah konkret dari pemerintah kota untuk menyelesaikan permasalahan yang berlarut-larut. Dengan adanya reses seperti ini, masyarakat semakin percaya bahwa aspirasi mereka didengarkan dan diperjuangkan oleh wakil rakyat di DPRD. (mid)